The Story of Us
Di sebagian langkah itu, kami ada di sana. Menyuarakan, meliput, dan sejak 2026 ikut membangun program Qur'an-nya.
Sebelum bicara Ramadhan berikutnya, izinkan kami menengok ke belakang: lima tahun langkah Wardah, dan kenangan yang kita bangun bersama.
Lima Ramadhan, lima kata. Setiap tahun Wardah memilih satu nilai, lalu mengajak jutaan perempuan melangkah bersamanya.
Di sebagian langkah itu, kami ada di sana. Menyuarakan, meliput, dan sejak 2026 ikut membangun program Qur'an-nya.
Gulir lebih cepat, putarannya ikut cepat. Arahkan kursor untuk berhenti, klik untuk memperbesar.
Beberapa momen tidak hilang, hanya menunggu diingat.
Gerakkan kursor untuk memutar ulangFoto dan satu paragraf cerita dari tim: momen paling berkesan saat menemani Wardah.
3–5 tangkapan layar komentar dan DM yang paling menyentuh.
3–5 tangkapan layar komentar, DM, atau kutipan peserta event.
Target = kuota peserta yang dipasang untuk program. Pendaftar = jumlah yang mendaftar lewat kanal Habits Media Network.
Kenangan itu jadi alasan. Sekarang, mari bicara Ramadhan berikutnya.
Lima IP Media, lima sudut pandang, satu payung. Dimulai dari keadaan dunia yang sedang kita tinggali.
Setiap hari kita melihat kabar-kabar seperti ini,
dan untuk itulah kita membutuhkan “ketenangan”.
Karena hanya hati yang tenang yang sanggup terus melangkah.
Dan itulah yang diam-diam dicari audiens kami.
Setiap hari kita melihat kabar-kabar seperti ini, dan untuk itulah kita membutuhkan “ketenangan”.
Kutipan adalah ilustrasi suara audiens, dirangkum dari riset dan percakapan di tiap IP Media.
Tenang karena kembali kepada-Nya. Melangkah karena tahu arahnya. Bersama karena tak ada yang melangkah sendiri. Dan kebaikan pun tumbuh, jauh melewati Ramadhan.
#TenangMelangkahBersama
Lima langkah itu butuh satu akar.
Dan akarnya selalu Al-Qur'an.
قَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَتَشْتَكِيْٓ اِلَى اللّٰهِ
QS Al-Mujādilah 58:1. Satu-satunya surah yang dibuka dengan keluhan seorang perempuan biasa, dan jawaban yang turun langsung dari langit.
Saat manusia tidak mendengar, bahkan saat Rasulullah ﷺ belum punya jawaban, Allah sudah mendengar lebih dulu. Ketenangan dimulai dari tahu bahwa suara kita tidak pernah hilang.
Khawlah tidak diam, dan tidak pula membuat drama. Ia mengadu dengan logika seorang ibu dan keteguhan hati. Satu suara yang jujur menghapus tradisi zalim selamanya.
Rasulullah ﷺ memberi sekeranjang kurma sebagai jalan keluar. Umar menghentikan rombongannya untuk mendengarkan. Islam tidak berhenti di nasihat, tetapi hadir dengan solusi.
“Langkahmu dijaga oleh Allah.”
Perempuan yang dikuatkan di titik terlemahnya. Menguatkan inner resilience.
“Suaramu sampai ke langit.”
Perempuan yang suaranya didengar dan dibela. Menguatkan inner voice. Before anyone hears you, Allah already did.
"Rajab adalah bulan menanam, Sya'ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen." Abu Bakar al-Balkhi, dikutip Ibnu Rajab dalam Latha'if al-Ma'arif.
Satu titik, satu IP Media pemimpin, didukung IP Media lainnya. Klik tiap titik untuk melihat jawabannya. Kolom Eid Adha belum terisi di plan Wardah, jadi kami mengusulkan isinya.
Instagram Insights ekosistem Habits Media Network, 2026. Ngajilah (296 rb followers) adalah media edukasi Qur'an dalam ekosistem Habits; Millah Tour melayani perjalanan Makkah–Madinah.
Terima kasih sudah mengizinkan kami ikut berjalan. Ramadhan 1448 H, mari melangkah lagi, kali ini lebih dekat.