kamu bisa baca ini dalam: 5 menit saja
Intinya: Sehat dan waktu luang adalah dua nikmat yang paling sering kita sia-siakan, dan sakit justru sedang bekerja untukmu tanpa kamu sadari.
Insight artikel dalam ini:
- Kenapa Rasulullah ﷺ menyebut sehat dan waktu luang sebagai dua nikmat yang "menipu" manusia
- 5 janji Allah untuk orang yang sedang sakit atau sedang sempit, lengkap dengan sumbernya
- Ayat-ayat yang bisa kamu pegang malam ini juga saat dada terasa sesak
Waktu sehat, keinginan kita banyak sekali.
Pengen naik jabatan. Pengen pindah rumah. Pengen liburan, pengen ganti motor, pengen ini pengen itu sampai daftar keinginannya tidak selesai-selesai.
Tapi coba tanya orang yang sedang terbaring di rumah sakit. Keinginannya cuma satu. Pengen sehat lagi.
Lucu, ya. Nikmat yang paling kita butuhkan justru nikmat yang paling jarang kita syukuri.
Rasulullah ﷺ sudah memperingatkan ini 1.400 tahun lalu
Beliau bersabda bahwa ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: nikmat sehat dan nikmat waktu luang. [S1]
Perhatikan pilihan katanya. Bukan "dilupakan". Tapi tertipu.
Tertipu itu artinya kita merasa aman padahal tidak. Kita merasa masih punya banyak waktu. Kita merasa badan ini akan terus begini. Lalu kita tunda hal-hal yang penting, kita habiskan jam-jam produktif untuk hal yang besok pagi sudah kita lupakan.
Dan kesadaran itu biasanya baru datang telat. Setelah badan drop. Setelah jadwal penuh. Setelah tidak ada lagi ruang untuk bernapas.
Tapi artikel ini bukan buat menyalahkan siapa-siapa
Karena aku tahu, sebagian yang membaca ini sedang tidak dalam kondisi sehat. Sebagian lagi sedang tidak dalam kondisi lapang.
Buat kamu yang sekarang sedang sakit, atau sedang sempit rezekinya, atau sedang dikejar tanggungan yang rasanya tidak habis-habis, tolong pegang lima hal ini baik-baik.
1. Sakitmu sedang menghapus dosamu, bahkan saat kamu tidak sadar
Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, maupun gundah gulana, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dosanya dengan sebab itu. [S2]
Baca ulang daftarnya. Ada kata kegelisahan di situ. Ada kesedihan.
Artinya overthinking-mu jam dua pagi itu pun tidak sia-sia.
2. Pahala amalanmu tetap ditulis, meski kamu tidak sanggup mengerjakannya
Ini yang sering bikin orang sakit merasa bersalah. Biasanya rajin tahajud, sekarang duduk saja susah. Biasanya rutin puasa Senin Kamis, sekarang minum obat tiap empat jam.
Kabar baiknya: kalau seorang hamba sakit atau sedang dalam perjalanan, Allah tetap menuliskan untuknya pahala amalan yang biasa ia kerjakan ketika sehat. [S3]
Buku catatanmu tidak berhenti. Cuma tanganmu yang berhenti.
3. Ini bukan tanda Allah marah, justru sebaliknya
Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, Allah akan timpakan ujian kepadanya. [S4]
Dan besarnya balasan sejalan dengan besarnya ujian. Kalau Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. [S5]
Ujian bukan surat penolakan. Ujian itu surat panggilan.
4. Apa pun yang terjadi, posisimu tetap menang
Rasulullah ﷺ heran dengan urusan orang beriman, karena semua urusannya baik. Kalau dapat kesenangan lalu bersyukur, itu baik untuknya. Kalau tertimpa kesusahan lalu bersabar, itu juga baik untuknya. [S6]
Cuma orang beriman yang punya dua pintu keluar yang dua-duanya menguntungkan.
5. Yang menyembuhkan bukan obatnya
Nabi Ibrahim 'alaihissalam berkata: "Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku." [S7]
Perhatikan beliau tidak bilang "apabila Allah membuatku sakit". Sakit dinisbatkan ke diri sendiri, kesembuhan dinisbatkan ke Allah. Adab yang halus sekali.
Obat tetap diikhtiarkan. Dokter tetap didatangi. Tapi hatimu tahu siapa yang sebenarnya bekerja.
Kalimat yang bisa kamu pegang malam ini
Kalau dadamu sedang sesak dan kamu tidak tahu harus mulai dari mana, mulai dari yang paling pendek:
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau Maha Penyayang di antara para penyayang." Doa Nabi Ayyub 'alaihissalam [S8]
Nabi Ayyub tidak menyebut satu pun permintaan di doanya. Beliau cuma menyebut kondisinya, lalu menyebut sifat Allah. Dan Allah menjawabnya.
Atau kalau kamu merasa sesak karena kesalahan sendiri, pakai doa Nabi Yunus dari dalam perut ikan. [S9]
Dan kalau yang kamu butuhkan sekarang cuma satu kalimat harapan, ini dia: sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Diulang dua kali dalam surat yang sama. [S10]
Allah tidak mengulang sesuatu tanpa alasan.
Yang bikin tenang itu bukan situasinya berubah
Kadang keadaan memang belum berubah. Hasil lab masih sama. Tagihan masih sama. Masalahnya masih di tempatnya.
Tapi hatimu bisa lebih dulu tenang sebelum keadaannya membaik. Allah sendiri yang menjanjikannya: "Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." [S11]
Dan Al-Qur'an adalah bentuk zikir yang paling utama.
Masalahnya, saat sedang hancur-hancurnya, kita sering bingung harus buka halaman berapa. Otak tidak jalan. Mau cari ayat yang pas pun tidak tahu mulai dari mana.
Itu alasan "30 Ayat Penenang Saat Kondisi Tak Menyenangkan Datang" ini dibuat.
Isinya kurasi 30 ayat beserta doa-doanya, dikelompokkan berdasarkan enam jenis situasi: dari krisis medis dan penyakit berat, kehilangan orang tersayang, kehancuran finansial, sampai kebuntuan hidup dan beban batin. Jadi kamu tinggal buka bagian yang sesuai dengan kondisimu sekarang.
Bukan sebagai mantra. Tapi sebagai pengingat.
Karena yang menenangkan itu bukan lafalnya, tapi siapa yang kamu ingat lewat lafal itu.
👉 Akses "30 Ayat Penenang" di sini: https://mauikut.id/30ayatpenenang
Sumber Rujukan
S1 | HR. Bukhari no. 6412 dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma
S2 | HR. Bukhari no. 5641 & 5642, HR. Muslim no. 2573 dari Abu Sa'id al-Khudri & Abu Hurairah
S3 | HR. Bukhari no. 2996 dari Abu Musa al-Asy'ari
S4 | HR. Bukhari no. 5645 dari Abu Hurairah
S5 | HR. Tirmidzi no. 2396 (hasan) & Ibnu Majah no. 4031 dari Anas bin Malik
S6 | HR. Muslim no. 2999 dari Shuhaib ar-Rumi
S7 | QS. Asy-Syu'ara': 80
S8 | QS. Al-Anbiya': 83–84
S9 | QS. Al-Anbiya': 87–88
S10 | QS. Al-Insyirah: 5–6
S11 | QS. Ar-Ra'd: 28
Catatan: penomoran hadis mengikuti penomoran umum yang beredar (edisi Fathul Bari / Syarah Muslim). Bisa sedikit berbeda antar cetakan.